Nasional
Beranda » Post » GKR Bendara Ajak Dunia Kembali Terhubung Lewat Jogja Cultural Wellness Festival 2026

GKR Bendara Ajak Dunia Kembali Terhubung Lewat Jogja Cultural Wellness Festival 2026

WhatsApp Image 2026-10-30 at 19.35.24
Nurastuti Wijareni atau Gusti Kanjeng Ratu (GKR Bendara) saat memberikan wawancara terkait penyelenggaraan Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Indonesia Vox, Jakarta, 30 Oktober 2026 – Ada kalanya kemajuan membuat manusia berlari terlalu jauh dari dirinya sendiri. Dari Yogyakarta, sebuah undangan lembut disampaikan: berhentilah sejenak, lalu pulanglah pada akar, pada alam, dan pada sesama. Undangan itu bernama Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026, yang resmi diluncurkan di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Jumat (30/10/2026), dengan dukungan Kementerian Pariwisata.

Di hadapan para tamu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPPD DIY), GKR Bendara, menyampaikan pandangan yang menjadi ruh festival ini. “Budaya adalah ruh utama yang menghubungkan manusia dengan identitasnya,” ujarnya.

Bagi GKR Bendara, kearifan Jawa bukan peninggalan yang berhenti di masa lalu, melainkan telaga yang airnya masih jernih untuk kehidupan hari ini. Nilai hamemayu hayuning bawana, falsafah sawiji, greget, sengguh, dan ora mingkuh, bersama semangat gotong royong, menuntun manusia menjaga harmoni dengan alam, sesama, dan Sang Pencipta. Dari sanalah, menurutnya, kehidupan yang seimbang dan bermakna dapat tumbuh.

“Melalui JCWF 2026, kami berkomitmen membangun ekosistem pariwisata berbasis cultural wellness yang tidak hanya memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat pelaku usaha lokal, dan meningkatkan daya saing Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional,” tutur GKR Bendara.

Wellness yang Berakar, Bukan Sekadar Tren

Gagasan itu disambut Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal berharga berupa budaya dan tradisi, termasuk cultural wellness yang memadukan nilai budaya, praktik kebugaran, kreativitas, dan hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Menuju Pensiun Produktif Melalui Program bjb Pra-Purnapreneurship, bank bjb Tingkatkan Literasi Keuangan Calon Pensiunan BKPSDM Kota Banjarmasin

“Yogyakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan cultural wellness, dan kehadiran Jogja Cultural Wellness Festival akan semakin memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi cultural wellness yang memiliki karakter dan daya saing,” kata Menteri Widiyanti.

Tema “RECONNECT: Reconnecting People, Culture & Wellbeing” pun dimaknai lebih dari sekadar perawatan diri. “Kita diajak melihat wellness sebagai upaya membangun kembali hubungan dengan budaya, lingkungan, dan sesama,” ujarnya.

Menurut Menteri Widiyanti, filosofi hidup masyarakat Jawa, seni, kuliner, dan pengetahuan lokal adalah kekuatan yang dapat menjelma pengalaman wisata yang autentik dan bermakna. Agar tumbuh tanpa kehilangan identitas, pengembangannya perlu digarap bersama oleh pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha.

Tiga Hari yang Mempertemukan

JCWF 2026 digelar pada 6–8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta. Selama tiga hari, pengunjung diajak menyusuri lima experience zone, yakni Mind & Body, Healing & Therapy, Nature Connection, Creative Expression, dan Culinary Wellness.

Rangkaian pengalaman itu diperkaya main stage, community space, business matching lounge, serta sesi konsultasi One-on-One. Di wellness artisan market, karya para pelaku usaha lokal hadir dalam lima kategori: Healthy Food & Beverages, Local Products, Wellness & Self-Care, Creative Works, dan Sustainable Products. Ruang ini menjadi pertemuan antara kreativitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Gisell dan Gempi hingga Sidney Mohede Bakal Tampil di Enchanted Christmas 2026

Merawat Diri, Merawat Bumi

Semangat reconnect juga terwujud dalam cara festival ini diselenggarakan. Bersama Pemerintah Kalurahan Guwosari, Bantul, JCWF menjalankan inisiatif Zero Waste Management untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya. Jejak karbon dari seluruh aktivitas festival dihitung dan direncanakan dikompensasi melalui penanaman pohon.

Pengunjung diajak mengambil bagian dengan membawa tumbler pribadi, memanfaatkan water station, memilih transportasi umum, dan memilah sampah selama berada di area acara.

“Kami mengapresiasi inisiatif JCWF dalam mendorong pengelolaan sampah, perhitungan jejak karbon, serta keterlibatan pengunjung dalam praktik yang lebih ramah lingkungan. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi peserta, masyarakat, serta citra pariwisata budaya dan wellness Yogyakarta di mata dunia,” ujar Menteri Widiyanti.

Keterlibatan berbagai daerah dalam festival ini, lanjutnya, membuka peluang jejaring dan kerja sama baru, memperkuat produk lokal, dan memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat.

Undangan untuk Pulang

Pada akhirnya, JCWF 2026 bukan hanya festival, melainkan ajakan untuk pulang pada budaya yang meneduhkan, pada alam yang menghidupi, dan pada sesama yang menguatkan. Menteri Widiyanti mengajak masyarakat, wisatawan, komunitas, dan seluruh pelaku industri pariwisata untuk bersama menyukseskan perhelatan ini.

Mahasiswa UPGRIS Kenalkan STEM dan Budaya Indonesia kepada 30 Siswa Sekolah Kebangsaan Seri Iskandar, Malaysia

Jogja Cultural Wellness Festival 2026
6–8 November 2026 | Loman Park Hotel Yogyakarta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan