Nasional
Beranda » Post » Dirjen Pesantren Basnang Said Dorong Percepatan Program dalam 100 Hari

Dirjen Pesantren Basnang Said Dorong Percepatan Program dalam 100 Hari

WhatsApp Image 2026-10-03 at 19.30.25

Jakarta (Kemenag) — Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, meminta seluruh jajarannya di pusat dan daerah menjalankan tugas dengan baik dalam 100 hari ke depan. Arahan itu ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Direktorat Jenderal Pesantren dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama di Grand Hotel Miami, Jumat (2/10/2026).

“Harapan kita, dalam 100 hari ke depan seluruh tugas dapat dijalankan dengan baik,” ujar Basnang.

Ia menyebut harapan terhadap Ditjen Pesantren sangat besar. Hal itu, menurutnya, terlihat dari kehadiran seluruh pejabat eselon I Kementerian Agama pada pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN). Karena itu, Ditjen Pesantren perlu menunjukkan capaian yang sesuai dengan ekspektasi publik. Salah satunya adalah mewujudkan pesantren dengan lebih dari 1.000 santri sebagai satuan pendidikan pesantren unggulan, selaras dengan program prioritas Kabinet Merah Putih.

Basnang menjelaskan, anggaran Ditjen Pesantren saat ini masih berada di bawah Ditjen Pendidikan Islam. Ia meminta Sekretaris Ditjen Pesantren bekerja keras mengupayakan anggaran tersendiri. Setiap unit eselon II juga ia minta mendesain program sesuai bidangnya, termasuk melanjutkan program beasiswa yang sudah ada seperti PBSB.

“Sebagian program akan dikelola di pusat, sebagian lagi dilaksanakan di daerah. Dengan komitmen bersama, seluruh program dapat dijalankan jika anggaran telah tersedia di Ditjen Pesantren,” katanya.

Pasar Estetika Indonesia Makin Bergairah, Exhibition Mulai Jadi Pilihan Brand Menjangkau Dokter

Terkait kelembagaan, Basnang menyampaikan bahwa nomenklatur pesantren saat ini baru ada di tingkat pusat. Ia mengusulkan nomenklatur khusus untuk tingkat wilayah, yang akan dibahas bersama Menteri Agama dan Biro Organisasi dan Tata Laksana. Ke depan juga akan dilakukan transisi dan penataan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK).

Sejumlah agenda lain yang ia paparkan:

  • Pendataan: data EMIS akan ditransfer ke sistem baru bernama SIMTREN untuk memperkuat pendataan pesantren.
  • Fungsi pesantren: penguatan fungsi pengasuhan dan dakwah, serta kemandirian ekosistem dan ekopesantren.
  • Tipologi pesantren: regulasi pemetaan kategori pesantren direncanakan disusun pada 2027, terutama terkait pengembangan sanitasi.
  • Kesehatan santri: menindaklanjuti arahan Menteri Agama tentang standardisasi sanitasi dan layanan kesehatan, akan dibangun komunikasi dengan sektor kesehatan.
  • Alumni pesantren: diusulkan pemberdayaan alumni melalui program transmigrasi untuk memberdayakan desa-desa di luar Pulau Jawa, termasuk menyebarkan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang rahmatan lil ‘alamin.
  • Hari Santri: salah satu kegiatannya adalah lomba menulis surat untuk Presiden, guna menumbuhkan kepercayaan diri santri untuk bercita-cita.
  • Rakernas: awal Desember akan digelar Rapat Kerja Nasional bersama para Kepala Bidang se-Indonesia dan lembaga terkait untuk merancang program ke depan.

Basnang juga mengapresiasi para Kepala Kantor Kementerian Agama yang kompetitif membangun pesantren di daerahnya. Ia mempersilakan jajarannya mengambil langkah yang diperlukan sepanjang tidak melanggar norma dan aturan.

“Jangan sombong. Tetap terbuka berdialog dengan masyarakat, sekecil apa pun permintaan yang disampaikan, agar seluruh ikhtiar ini berjalan dengan berkah,” pesannya.

Jangan Asal Pilih Prosedur Estetika, dr. Danu Jelaskan Standar Keamanan yang Perlu Diketahui Pasien

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan