TRENGGALEK, INDONESIAVOX.COM — Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN) Pengurus Cabang Tulungagung–Trenggalek–Blitar terus memperkuat langkah organisasi melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.
Pada Rabu (21/10/2026), jajaran pengurus GAPOPIN melaksanakan audiensi dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda penting terkait kesehatan mata, pembinaan usaha optik, dan rencana kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat.
Audiensi diterima oleh drg. Andiek Muarifin, Plt. Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Trenggalek, didampingi Prastowo, SKM, MMKes, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK); dr. Bakhtiar Arifin, Plt. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan; Joko Waluyo BT, S.Kep., Ners., M.Kes; serta Retno Dwi Susanti, STP.
Dari pihak GAPOPIN, hadir Ahmad Bisri selaku Ketua Pengcab Tulungagung–Trenggalek–Blitar, Dhandung selaku Wakil Ketua, dan Ali Mursalin selaku Sekretaris.
Lima Hasil Penting Audiensi
Berdasarkan dokumentasi hasil pertemuan, terdapat lima poin yang menjadi perhatian bersama.
1. Bakti Sosial Pemeriksaan Mata Setelah UTS
GAPOPIN dan Dinkes PPKB membahas rencana pemeriksaan mata bagi peserta didik setelah pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS).
Sasarannya adalah Sekolah Rakyat Kabupaten Trenggalek atau sekolah lain yang masuk dalam agenda Dinkes.
Dinkes PPKB direncanakan melakukan skrining awal, kemudian siswa yang membutuhkan akan dihadirkan dalam kegiatan bakti sosial.
2. Stikerisasi Optik Berizin Melibatkan Dinas Perizinan
Program stikerisasi optik yang menjadi perhatian GAPOPIN diarahkan untuk dikoordinasikan bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Koordinasi ini bertujuan memastikan program berjalan sesuai ketentuan dan kewenangan instansi terkait.
3. Promo Diskon Menjadi Perhatian Pembinaan Organisasi
Dalam audiensi tersebut, persoalan promosi dan diskon usaha optik turut dibahas.
Hasil pertemuan menempatkan pembahasan promo diskon dalam ranah pembinaan organisasi GAPOPIN.
Sementara itu, Dinkes PPKB akan mempelajari peraturan lain yang masih berlaku sebagai bahan pertimbangan dalam pembahasan selanjutnya.
4. Persoalan Lain Dibahas Melalui Koordinasi Lanjutan
Berbagai persoalan yang belum dapat dituntaskan dalam audiensi akan dikomunikasikan lebih lanjut.
Langkah tersebut diharapkan menjaga kesinambungan hubungan kelembagaan antara GAPOPIN dan Dinkes PPKB Kabupaten Trenggalek.
5. Retno Dwi Susanti Ditunjuk sebagai PIC Komunikasi
Untuk mempermudah koordinasi, Retno Dwi Susanti, STP, ditunjuk sebagai PIC komunikasi antara Dinkes PPKB Kabupaten Trenggalek dan GAPOPIN.
Melalui penunjukan narahubung tersebut, agenda pembinaan usaha optik dan kegiatan kesehatan mata diharapkan dapat ditindaklanjuti secara lebih terarah.
Perkuat Organisasi dan Pelayanan Kesehatan Mata
Audiensi ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan program kerja GAPOPIN Pengcab Tulungagung–Trenggalek–Blitar Tahun 2026.
Organisasi tersebut terus berupaya meningkatkan profesionalisme anggotanya, mendorong kepatuhan terhadap ketentuan perizinan, serta mengembangkan kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi GAPOPIN, hubungan yang baik dengan pemerintah daerah merupakan unsur penting untuk membangun ekosistem usaha optik yang sehat dan bertanggung jawab.
Melalui tindak lanjut lima hasil audiensi tersebut, GAPOPIN berharap pelayanan kesehatan mata masyarakat semakin mendapat perhatian, sekaligus mendorong usaha optik di Kabupaten Trenggalek berkembang secara profesional dan tertib perizinan.


Komentar