Entertainment
Beranda » Post » Bahir, Proyek Sundanese Alternative Hip-Hop dari Garut yang Memadukan Hip-Hop, Trap, dan Elemen Pop

Bahir, Proyek Sundanese Alternative Hip-Hop dari Garut yang Memadukan Hip-Hop, Trap, dan Elemen Pop

WhatsApp Image 2026-11-08 at 19.02.29
Bahir

Indonesia Vox, Garut, Jawa Barat — Bahir merupakan proyek musik independen yang mengeksplorasi hip-hop melalui perspektif dan identitas lokal Sunda. Didirikan pada 2023 oleh Sandy Saftari, seorang produser musik independen asal Garut, Jawa Barat, Bahir hadir dengan pendekatan musikal yang berangkat dari fondasi hip-hop dan trap, kemudian dipadukan dengan elemen pop serta eksplorasi lintas genre.

Mengusung identitas Sundanese Alternative Hip-Hop, Bahir tidak ingin membatasi diri pada satu formula atau subgenre tertentu. Penggunaan bahasa Sunda dalam lirik menjadi salah satu karakter utama proyek musik ini. Bahasa tersebut sekaligus menjadi medium untuk menyampaikan cerita, keresahan, humor, hingga kritik sosial yang berangkat dari kehidupan sehari-hari.

Nama Bahir sendiri awalnya berasal dari sebuah julukan yang digunakan oleh lingkungan pertemanan Sandy. Seiring berjalannya waktu, nama tersebut berkembang menjadi alter ego sekaligus identitas artistik yang digunakan Sandy untuk mengekspresikan gagasan dan karakter musikalnya.

“Fondasi musiknya si Bahir memang banyak berangkat dari hip-hop dan trap, tapi gw juga memasukkan elemen pop. Gw enggak mau terlalu terpaku pada satu genre. Si Bahir harus tetap punya ruang buat berkembang dan mengeksplorasi berbagai kemungkinan,” ujar Sandy Saftari.

Berawal dari Produksi Musik Mandiri

Ketertarikan Sandy terhadap produksi musik mulai tumbuh sekitar 2017, ketika dirinya masih duduk di tahun pertama sekolah menengah kejuruan (SMK). Perjalanan tersebut dimulai secara otodidak dengan memanfaatkan aplikasi Caustic 3 dan perangkat telepon seluler sebagai sarana untuk belajar sekaligus menciptakan musik.

Mantra Uang Dorong Perubahan Mindset sebagai Langkah Awal Membangun Keuangan yang Lebih Baik

Melalui proses belajar mandiri, Sandy kemudian mengembangkan kemampuannya dalam berbagai aspek produksi musik. Mulai dari pembuatan beat, penulisan lagu, proses rekaman, hingga mixing dan mastering, seluruh proses kreatif Bahir dikerjakan sendiri di Garut.

Pendekatan independen tersebut menjadi bagian penting dari karakter proyek Bahir. Sandy tidak hanya menempatkan dirinya sebagai penampil, tetapi juga sebagai produser yang terlibat langsung dalam membentuk identitas suara dan arah artistik setiap rilisan.

Dalam menjalankan aktivitas musiknya, Bahir berada di bawah naungan Saftari Records, sebuah label independen yang didirikan dan dikelola oleh Sandy Saftari.

Kritik Sosial, Humor Gelap, dan Cerita Kehidupan dalam Musik Bahir

Salah satu ciri khas Bahir terletak pada cara penyampaian cerita yang lugas, satir, dan terkadang eksplisit. Lirik berbahasa Sunda sehari-hari tidak hanya digunakan sebagai identitas bahasa, tetapi juga menjadi cara untuk membangun kedekatan dengan pengalaman dan realitas sosial yang diangkat dalam setiap lagu.

Karakter tersebut terlihat dalam lagu “Anying Obog” (2025). Lagu ini menyampaikan kritik satir terhadap perilaku sebagian anak muda yang identik dengan kehidupan geng, konsumsi zat, kebiasaan mabuk-mabukan, berkendara secara ugal-ugalan, hingga tindakan yang dapat membahayakan orang lain. Melalui pendekatan humor dan bahasa yang blak-blakan, lagu ini menggambarkan fenomena tersebut tanpa bermaksud mengagungkannya.

Pengalaman 10 Tahun di FMCG dan Hospitality, Agus Santoso: Business Development Bukan Sekadar Jualan

Pendekatan kritik sosial kembali muncul melalui “Mabok Slot” (2026). Lagu ini mengangkat fenomena perjudian slot online yang semakin menjadi persoalan di masyarakat. Bahir menyoroti perilaku orang-orang yang terus menghabiskan uang untuk deposit, bahkan sampai meminjam uang demi melanjutkan aktivitas perjudian. Dengan gaya penyampaian yang tajam dan tanpa banyak basa-basi, lagu ini menjadi bentuk sindiran terhadap kebiasaan yang berpotensi membawa dampak buruk bagi kehidupan seseorang.

Di sisi lain, Bahir juga menjadikan pengalaman personal sebagai sumber cerita musikal. “Ek Nepi Kamana” (2025), misalnya, mengangkat kisah seorang pria yang berada dalam tekanan untuk menikahi kekasihnya, sementara kondisi ekonominya belum mapan. Cerita tersebut dikemas dengan humor satir, termasuk gambaran kondisi keuangan yang bahkan tidak cukup untuk membeli rokok, hingga kemungkinan sang kekasih justru dinikahkan dengan seorang juragan domba.

Sementara itu, “Ulin Ka Pakidulan” (2025) menghadirkan sisi nostalgia dan humor gelap dari pengalaman Sandy semasa muda. Terinspirasi dari kenangan perjalanan bersama teman-temannya menuju kawasan pantai selatan Garut, khususnya Sayang Heulang dan Pameungpeuk, lagu ini merekam berbagai cerita kenakalan masa muda ketika Sandy masih bersekolah di SMK.

Alih-alih menggambarkan perjalanan wisata yang ideal, lagu tersebut justru mengangkat berbagai kejadian absurd sepanjang perjalanan. Mulai dari perjalanan menggunakan sepeda motor, konsumsi minuman keras, keinginan membeli kelapa muda, hingga pengalaman berenang ketika mengalami masalah kulit. Cerita kemudian berlanjut dengan kegiatan mencari jajanan pada malam hari dan berakhir dengan kejadian muntah-muntah akibat terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.

Melalui penceritaan yang lugas dan penuh humor, “Ulin Ka Pakidulan” menjadi semacam dokumentasi musikal atas kenakalan masa muda Sandy. Pengalaman yang mungkin terasa kacau ketika terjadi justru diolah kembali menjadi cerita nostalgis dengan sentuhan komedi gelap dan nuansa kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda.

After His VALORANT Photoshoot in Bali, David Ari Is Rumored to Be Heading to China in 2027 for PUBG and Fortnite

Tidak semua karya Bahir mengangkat humor maupun kritik sosial. “CAPE” (2025) memperlihatkan sisi yang lebih reflektif dan emosional. Lagu ini berbicara tentang kelelahan fisik dan batin, luka yang terpendam, serta perasaan seseorang yang seolah telah mencapai batas kemampuannya.

Namun, di balik bagian refrain yang menggambarkan kelelahan dan kepedihan, bagian rap dalam lagu tersebut menghadirkan pesan yang lebih menguatkan. Pendengar diajak memahami bahwa kehidupan memiliki fase naik dan turun, tidak merasa sendirian dalam menghadapi kesulitan, tetap bersyukur, dan tidak menyerah. Pesan tersebut juga menekankan pentingnya terus berusaha sembari menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan.

Kelima rilisan tersebut memperlihatkan bahwa Bahir memiliki beragam pendekatan dalam bercerita, mulai dari kritik sosial, pengalaman personal, humor, hingga ekspresi emosional. Keragaman tema ini menjadi bagian dari upaya Sandy membangun karakter Bahir tanpa harus terpaku pada satu jenis cerita atau pendekatan musikal.

Membawa Identitas Hip-Hop Sunda ke Ruang yang Lebih Luas

Bagi Sandy, penggunaan bahasa Sunda dalam musik Bahir bukan sekadar pilihan bahasa, melainkan bagian dari identitas dan sudut pandang artistik yang ingin dipertahankan. Melalui hip-hop, ia berupaya mengolah pengalaman lokal menjadi karya yang tetap dapat dinikmati oleh pendengar dari berbagai latar belakang.

Bahir juga menjadi ruang bagi Sandy untuk mengeksplorasi berbagai sisi kehidupan tanpa harus kehilangan karakter musikalnya. Baik melalui kritik sosial yang satir, cerita keseharian yang absurd, maupun lagu dengan nuansa emosional, setiap karya memiliki pendekatan tersendiri dalam menyampaikan gagasan.

Ke depannya, Sandy ingin membawa musik berbahasa Sunda kepada jangkauan pendengar yang lebih luas, termasuk di luar Indonesia. Ia berharap identitas lokal tidak menjadi batas bagi sebuah karya untuk berkembang dan menemukan pendengarnya.

Dengan proses produksi yang sepenuhnya independen, karakter lirik yang blak-blakan, serta fondasi hip-hop dan trap yang terbuka terhadap eksplorasi genre, Bahir terus membangun identitasnya sebagai proyek Sundanese Alternative Hip-Hop yang lahir dari Garut.

Tentang Bahir

Bahir adalah proyek musik independen sekaligus alter ego artistik dari Sandy Saftari, seorang produser musik asal Garut, Jawa Barat, yang didirikan pada 2023. Mengusung pendekatan Sundanese Alternative Hip-Hop, Bahir memadukan fondasi hip-hop dan trap dengan elemen pop serta eksplorasi lintas genre.

Seluruh proses produksi musik Bahir dikerjakan secara mandiri oleh Sandy Saftari di bawah naungan Saftari Records.

Diskografi Pilihan:

  • Anying Obog (2025)
  • Ulin Ka Pakidulan (2025)
  • Ek Nepi Kamana (2025)
  • CAPE (2025)
  • Mabok Slot (2026)

Seluruh rilisan Bahir dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Music, dan berbagai platform musik digital lainnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan