Administrator : Zeline Liyana
Indonesia Vox, Tabanan – Suasana meriah dan penuh semangat mewarnai seputaran Gedung Marya, Kabupaten Tabanan, saat ratusan anak Taman Kanak-Kanak tampil dalam Pawai Ogoh-Ogoh Mini yang menjadi bagian dari Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026, Minggu, (15/3).
Kreativitas dan antusiasme para peserta kecil ini pun mendapat perhatian langsung dari Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., yang hadir bersamaKetua TP PKK Kabupaten Tabanan sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., bersama istri Ny. Budiasih Dirga.
Kegiatan juga turut dihadiri Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, jajaran Forkopimda Tabanan, Sekda, para Asisten dan pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta undangan terkait lainnya. Kehadiran masyarakat yang memadati area kegiatan di seputaran Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan turut menambah semarak pawai ogoh-ogoh mini yang berlangsung penuh keceriaan.
Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa parade ogoh-ogoh mini Singasana yang kini memasuki tahun ketiga sejak pertama kali digelar mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat, khususnya anak-anak TK dan para Pendidik.
Tingginya antusiasme tersebut mendorong pemerintah daerah untuk terus melanjutkan kegiatan ini sebagai ruang kreativitas bagi anak-anak sekaligus sarana mengenalkan nilai-nilai budaya sejak dini. Diketahui bersama, parade ogoh-ogoh mini tahun ini diikuti oleh 10 perwakilan TK dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Tabanan.
Sanjaya menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Jika pada awalnya hanya melibatkan TK yang berada di wilayah Kecamatan Tabanan, kini kegiatan tersebut telah diikuti oleh anak-anak TK dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan. Ia juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan kreativitas anak-anak dalam membuat ogoh-ogoh. Menurutnya, pada pelaksanaan pertama sebagian ogoh-ogoh masih dibuatkan oleh orang tua atau guru karena keterbatasan waktu.
“Sekarang anak-anak sudah mulai diajak berkreasi sejak jauh hari. Bahkan sejak dua minggu sebelumnya mereka sudah dilibatkan untuk membuat ogoh-ogohnya sendiri. Ini tentu patut kita apresiasi,” ujar Sanjaya.
Sekaligus menegaskan, bahwa pelestarian adat, agama, seni, dan budaya merupakan bagian penting dari visi pembangunan daerah, sejalan dengan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Menurutnya, juga budaya dapat terus bertahan hingga saat ini karena nilai-nilainya telah ditanamkan sejak usia dini kepada generasi muda.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menyampaikan, bahwa parade ogoh-ogoh mini ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian adat, seni, tradisi, dan budaya, tetapi juga menjadi sarana untuk memberikan apresiasi terhadap kreativitas anak-anak sebagai generasi emas Tabanan di masa depan.
“Saya harap kegiatan ini mampu mempererat kebersamaan serta membangun interaksi positif di kalangan anak-anak taman kanak-kanak untuk lebih berkembang kedepannya,” pungkasnya.


Komentar