Jurnalis : Ardan Levano
Indonesia Vox, Bogor – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (HMPS PMI) berhasil menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) di Desa Tapos, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini semakin memiliki nilai strategis dengan adanya dukungan dari PT. Aneka Tambang Tbk (Antam) yang turut berkontribusi dalam berbagai program sosial di wilayah tersebut.
Pelaksanaan baksos ini merupakan bagian dari komitmen HMPS PMI dalam mengaktualisasikan nilai-nilai pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan dan inovasi, sejalan dengan disiplin keilmuan yang mereka pelajari. Desa Tapos dipilih sebagai lokasi kegiatan setelah melalui proses identifikasi kebutuhan masyarakat yang menunjukkan masih adanya keterbatasan dalam akses layanan kesehatan, pendidikan, serta pemenuhan kebutuhan dasar.
Beragam kegiatan sosial diselenggarakan dalam rangkaian baksos ini, di antaranya layanan pemeriksaan kesehatan gratis, distribusi bantuan sembako, santunan bagi anak yatim, serta edukasi sosial kepada masyarakat. Kehadiran PT. Antam Tbk dalam kegiatan ini mencerminkan sinergi antara dunia industri dan mahasiswa dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Pihak PT. Antam Tbk menyampaikan bahwa keterlibatan mereka merupakan bagian dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dukungan yang diberikan tidak hanya dalam bentuk bantuan material, tetapi juga sebagai upaya membangun hubungan yang konstruktif dengan masyarakat serta memperluas dampak sosial yang dihasilkan.
Ketua Umum HMPS PMI Masa Bakti 2025, Muhammad Zidan Ramdani, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT. Antam Tbk dalam kegiatan ini. Ia menilai bahwa kolaborasi ini menjadi contoh konkret bagaimana mahasiswa dan sektor industri dapat bersinergi dalam merespons berbagai persoalan sosial.
“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan PT. Antam Tbk dalam kegiatan ini. Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa upaya kemanusiaan membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Kehadiran Antam menjadi dorongan bagi kami untuk terus bergerak memberikan kontribusi yang lebih luas,” ungkap Zidan.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami dinamika sosial masyarakat secara langsung. Menurutnya, mahasiswa dituntut untuk mampu hadir sebagai agen perubahan yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata.
“Kami ingin memastikan bahwa peran mahasiswa benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami belajar untuk terlibat langsung, memahami kebutuhan, dan berkontribusi secara nyata. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Tapos,” tambahnya.
Masyarakat Desa Tapos memberikan respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Antusiasme warga terlihat dari keikutsertaan mereka dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan. Banyak masyarakat yang merasakan manfaat langsung, terutama dalam aspek layanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan pokok.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai solidaritas dan kolektivitas antara mahasiswa, pihak perusahaan, dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut di masa depan, tidak hanya dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga melalui program pemberdayaan masyarakat yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, HMPS PMI berharap dapat terus menginisiasi gerakan sosial yang berdampak luas, sekaligus mendorong partisipasi berbagai pihak dalam upaya pembangunan masyarakat. Keterlibatan PT. Antam Tbk menjadi bukti bahwa sinergi antara mahasiswa dan dunia industri memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan sosial yang nyata.
Kegiatan baksos ini ditutup dengan sesi refleksi bersama antara panitia, relawan, dan masyarakat sebagai bentuk evaluasi sekaligus komitmen untuk menjaga keberlanjutan hubungan yang telah terjalin. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat gerakan sosial yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan di masa mendatang.


Komentar