Jakarta – Pasar medical aesthetics Indonesia diperkirakan bernilai USD 257 juta pada 2023 dan diproyeksikan hampir dua kali lipat menjadi USD 495 juta pada 2029, tumbuh sekitar 11,5 persen per tahun (Arizton, 2024). Jumlah klinik estetika berizin tercatat naik sekitar 60 persen sepanjang 2020 sampai 2025 (DS/X Ventures, 2025). Setiap klinik baru berarti pembelian baru: alat, injectable, skincare, dan kebutuhan operasional.
Masalahnya bagi brand: menjangkau pembelinya tidak mudah. Dokter terikat etik profesi sehingga tidak bisa menjadi endorser produk, dan regulasi promosi alat kesehatan makin ketat. Kanal iklan konvensional menjangkau pasien, bukan pengambil keputusan pembelian di klinik.
Yang terjadi di lantai exhibition
Angka dari AMUSE Congress, kongres estetika multidisiplin yang tercatat rekor MURI sebagai kongres estetika multidisiplin terbesar di Indonesia, menunjukkan ke mana perilaku belanja itu berpindah. Nilai transaksi yang tercatat selama penyelenggaraan naik dua kali lipat tiap tahun: sekitar Rp24 miliar pada 2024, Rp54 miliar pada 2025, dan Rp106 miliar pada 2026. Dari angka 2026, sekitar Rp66 miliar adalah transaksi alat estetika dan Rp26 miliar produk estetika.
Pertumbuhan pesertanya sejalan. Edisi perdananya pada 2024 digelar di Gandaria City Hall dengan 50 exhibitor dan sekitar 1.000 pengunjung per hari; dua tahun kemudian AMUSE 2026 di ICE BSD mencatat lebih dari 250 exhibitor, 2.300 lebih peserta simposium, dan 800 lebih peserta workshop hands-on, dengan lebih dari 90 brand yang telah menjadi mitra, dari perusahaan farmasi, alat estetika, hingga perbankan dan asuransi. Panggung ilmiahnya diisi 104 highlighted speakers pada 2026, dan sepanjang penyelenggaraannya AMUSE telah mengundang dokter pembicara dari lebih dari 20 negara, menjadikannya forum tempat dokter Indonesia belajar langsung dari para ahli internasional.
Yang membedakan audiens kongres dari audiens iklan: mayoritas pesertanya dokter lintas disiplin, dari dokter umum estetika, dermatologi, bedah plastik, hingga ginekologi dan kedokteran gigi, dan sebagian besar adalah pemilik atau pengambil keputusan di kliniknya sendiri. Satu percakapan di booth bisa berarti keputusan pembelian alat ratusan juta rupiah.
Format yang berpihak pada exhibitor, tanpa melanggar etik
AMUSE 2027, yang akan digelar pada 8 sampai 13 Juni 2027 (workshop 8 sampai 10 Juni, simposium dan exhibition 11 sampai 13 Juni di ICE BSD), dirancang dengan format dua hari simposium murni ilmiah dan satu hari simposium yang dipimpin exhibitor. “Dua hal dijaga sekaligus di sini. Sisi ilmiah tetap steril dari kepentingan komersial, pembicara ditunjuk komite ilmiah dan sesi sponsor berlabel jelas. Di sisi lain, brand mendapat panggung dan akses yang selama ini tidak mereka dapat dari kanal manapun,” ujar Dr. dr. Arya Tjipta, Sp.B.P.R.E, Subsp.K.M, salah satu dokter pembicara AMUSE 2026.
Struktur ini menjawab persoalan etik yang selama ini menghambat brand: dokter tidak menjadi endorser, melainkan audiens dari edukasi teknik yang disampaikan secara ilmiah dengan prinsip science before commercials. Audiensnya juga melebar: satu platform kini mencakup empat disiplin, aesthetic medicine, bedah plastik, dental aesthetics, serta aesthetic and functional gynecology, sehingga satu booth menjangkau beberapa segmen spesialisasi sekaligus.
Science first, trust follows
“The stronger the evidence, the stronger the clinical trust.”
AMUSE menempatkan scientific integrity sebagai fondasi utama dalam seluruh ekosistem acara, karena kepercayaan dokter terhadap suatu produk harus dibangun melalui evidence, clinical relevance, safety, dan measurable outcomes, not simply through promotion. Studi longitudinal terhadap 150.000 dokter selama 24 bulan menemukan bahwa pharmaceutical promotion dapat memengaruhi permintaan terhadap brand tertentu. Karena itu, bagi AMUSE, tantangannya bukan sekadar memberikan more exposure kepada brand, tetapi menciptakan higher-quality exposure yang dibangun melalui scientific credibility.
FDA sendiri menekankan bahwa komunikasi produk kepada healthcare professionals harus truthful, balanced, and accurately communicated, termasuk tidak melebih-lebihkan manfaat dan memastikan klaim memiliki dukungan evidence yang sesuai. Penelitian tentang cara dokter menilai informasi produk juga menunjukkan bahwa informasi dari medical journal dinilai lebih credible dibandingkan sales aid/promotional material. Bagi AMUSE, scientific bukan pembatas bagi pharmaceutical brands, melainkan competitive advantage: scientific credibility dapat menjadi aset brand.
Target 2027
Untuk edisi 2027, penyelenggara menargetkan lebih dari 350 exhibitor dan 3.000 lebih peserta simposium dari berbagai disiplin. “Bagi kami para klinisi, kehadiran brand dan teknologi baru di satu tempat justru mempercepat adopsi yang aman, karena kami mengenalnya lewat jalur ilmiah,” tutur Arya. Sisi pengalamannya pun digarap serius: setelah menghadirkan Sheila On 7 sebagai guest star pada 2026, AMUSE 2027 akan menghadirkan guest star ternama, daya tarik tambahan yang membuat peserta bertahan hingga akhir hari dan trafik area exhibition tetap ramai. Informasi kemitraan dan booth tersedia melalui akun resmi @amuse_congress dan tim sponsorship AMUSE.
Tentang AMUSE Congress
AMUSE (Aesthetic Medicine Updates Seminar and Exhibition) adalah kongres estetika multidisiplin Indonesia yang diselenggarakan sejak 2023 dengan prinsip #PURELYSCIENTIFIC: seluruh materi ilmiah dikurasi komite ilmiah independen, tanpa bias brand. Edisi 2026 dihadiri lebih dari 2.300 peserta simposium dan 250 lebih exhibitor di ICE BSD. AMUSE 2027 akan digelar 8 sampai 13 Juni 2027. Informasi lebih lanjut: amuse.co.id dan Instagram @amuse_congress.
Kontak Media dan Kemitraan
AMUSE Official Admin
WhatsApp: 0811 1001 1834
Instagram @amuse_congress


Komentar