Boyolali, Indonesiavox – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro di Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, menghadirkan program edukasi bertema Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) dengan fokus literasi digital bagi ibu-ibu di desa. Program ini lahir dari kekhawatiran akan maraknya perilaku belanja online yang impulsif dan minimnya kehati-hatian warga saat bertransaksi di platform digital, yang berpotensi merugikan secara finansial maupun menjadi celah penipuan.
Farida Shobaria, mahasiswa program studi Manajemen dan Administrasi Logistik, Sekolah Vokasi, tampil sebagai pemateri dalam sesi edukasi bertajuk Belanja Cerdas di Era Digital. Materi ini disusun untuk membekali ibu-ibu kader dan anggota PKK dengan kemampuan berpikir kritis sebelum melakukan transaksi daring, mengingat belanja online kini sudah menjadi kebiasaan sehari-hari namun belum banyak diimbangi dengan kewaspadaan.
Dalam sesi tersebut, Farida memperkenalkan sebuah checklist sederhana bernama STOP yang bisa digunakan sebagai panduan sebelum menekan tombol checkout. Checklist ini terdiri dari empat langkah utama: Simpan dulu di keranjang saat ragu, Tanya dulu pada diri sendiri apakah barang tersebut kebutuhan atau sekadar keinginan, Omongin dulu dengan suami atau anggota keluarga lain jika harga barang di atas Rp200 ribu, dan Pastikan pembayaran dilakukan melalui sistem resmi aplikasi, bukan transfer ke rekening pribadi penjual. Selain checklist STOP, warga juga diajak membiasakan diri mengecek rating dan ulasan toko, serta membandingkan harga di beberapa toko atau aplikasi sebelum memutuskan membeli.
Kegiatan ini berlangsung Sabtu, 8 Agustus 2026 di Balai Desa Blumbang, dengan sasaran utama ibu-ibu kader dan anggota PKK setempat.
Salah satu ibu kader yang mengikuti sesi ini mengaku baru menyadari pentingnya berhenti sejenak sebelum belanja online. “Selama ini kalau lihat barang lucu langsung checkout, nggak pernah mikir itu kebutuhan atau cuma pengen. Sekarang jadi tahu ada langkah-langkah kayak STOP itu, biar nggak gampang kalap belanja,” ujarnya.
Ibu PKK lain turut menyampaikan bahwa checklist ini juga membantunya lebih waspada terhadap potensi penipuan, terutama soal kebiasaan transfer ke rekening pribadi yang selama ini jarang dipikirkan ulang olehnya.
Program ini sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals, yakni SDG 5 Kesetaraan Gender melalui penguatan kapasitas ekonomi dan pengambilan keputusan perempuan dalam rumah tangga, serta SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab lewat pembentukan kebiasaan belanja yang lebih bijak dan terencana.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. techn. Ir. Asep Muhamad Samsudin, S.T., M.T.


Komentar