Indonesia Vox, Sukabumi – Sebagai bentuk implementasi dari produk inovasi yang dihasilkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim pelaksana melaksanakan demonstrasi penerapan Pupuk Biores pada lahan hijauan pakan ternak. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan secara langsung tahapan pengolahan lahan, aplikasi pupuk organik hasil fermentasi, hingga proses penanaman hijauan pakan sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas lahan dan ketersediaan pakan ternak yang berkualitas.
Kegiatan diawali pada hari Minggu, 12 Juli 2026, dengan pelaksanaan pembukaan lahan yang berlokasi di peternakan milik Bapak Hariyanto, beralamat di Sudajaya Girang, Kab. Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat 4315. Lahan yang digunakan memiliki ukuran 6 meter × 7,7 meter. Pada tahap awal, tim melakukan pengukuran lahan menggunakan meteran untuk memastikan luas area yang akan digunakan sesuai dengan rencana penanaman.
Setelah proses pengukuran selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan lahan dan pengolahan tanah. Tim terlebih dahulu membersihkan area dari gulma, rumput liar, dan sisa-sisa tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan hijauan. Selanjutnya dilakukan penggemburan tanah menggunakan pacul, garpu tanah, dan sekop. Proses ini bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah sehingga menjadi lebih gembur, meningkatkan sirkulasi udara di dalam tanah, memperbaiki daya serap air, serta memudahkan perkembangan akar tanaman setelah ditanam.
Keesokan harinya, yaitu pada Senin, 13 Juli 2026, kegiatan dilanjutkan dengan aplikasi pupuk Biores yang sebelumnya telah melalui proses fermentasi dan didiamkan selama kurang lebih dua minggu hingga mencapai tingkat kematangan yang optimal. Pupuk sebanyak 100 kg kemudian ditebarkan secara merata pada seluruh permukaan lahan yang telah diolah. Penaburan dilakukan dengan tujuan agar unsur hara yang terkandung di dalam pupuk dapat tersebar secara merata dan memberikan manfaat yang sama pada seluruh area tanam. Setelah pupuk diaplikasikan, tanah kembali diaduk secara ringan agar pupuk tercampur dengan lapisan tanah bagian atas sehingga proses dekomposisi dan pelepasan unsur hara dapat berlangsung lebih efektif.
Setelah proses aplikasi pupuk selesai, lahan diinkubasi atau diistirahatkan selama kurang lebih satu minggu. Masa inkubasi ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi pupuk organik agar mulai terdekomposisi dan berinteraksi dengan tanah sehingga aktivitas mikroorganisme meningkat serta unsur hara menjadi lebih tersedia bagi tanaman.
Selanjutnya, pada hari Minggu, 19 Juli 2026, tim melaksanakan penanaman hijauan pakan ternak berupa rumput odot menggunakan stek batang sebagai bahan tanam.
Penanaman dilakukan dengan menerapkan jarak tanam 50 cm antar tanaman sehingga setiap stek memperoleh ruang tumbuh yang cukup untuk perkembangan akar, pembentukan anakan, serta penyerapan air dan unsur hara secara optimal. Setelah seluruh stek selesai ditanam, dilakukan penyiraman awal untuk menjaga kelembapan tanah dan membantu proses adaptasi hingga terbentuk akar baru.
Rangkaian kegiatan demonstrasi penerapan Pupuk Biores ini menjadi salah satu bentuk implementasi inovasi yang dikembangkan dalam program Pengabdian kepada Masyarakat. Melalui tahapan pengolahan lahan, aplikasi pupuk organik, masa inkubasi tanah, hingga penanaman hijauan pakan ternak, diharapkan penggunaan Pupuk Biores mampu meningkatkan kesuburan tanah, mendukung pertumbuhan rumput odot secara optimal, serta menjadi contoh penerapan teknologi sederhana yang dapat diaplikasikan untuk mendukung penyediaan hijauan pakan ternak secara berkelanjutan.


Komentar