SERI ISKANDAR, MALAYSIA – Sebanyak 20 mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengenalkan kepemimpinan, kerja sama tim, dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) kepada 30 siswa Sekolah Kebangsaan (SK) Seri Iskandar, Malaysia, pada 13-14 Oktober 2026. Kegiatan bertajuk International Experiential Learning Exchange (IEL) ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan digelar bersama Universiti Teknologi PETRONAS (UTP).
Melalui IEL, mahasiswa dan siswa memperoleh pengalaman belajar langsung lewat pertukaran pengetahuan dan aktivitas edukatif yang interaktif. Para mahasiswa didampingi dua dosen pembimbing UPGRIS, Dr. Azizul Ghofar Candra Wicaksono, Ph.D. dan Noni Setyorini, S.E., M.Sc. Dari pihak sekolah, kegiatan didampingi guru SK Seri Iskandar, Ibu Nur Haliza.
Sambutan Hangat dari Pihak Sekolah
Guru Besar SK Seri Iskandar, Hj. Muhammad Hanifah, menyambut baik kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa kerja sama antarbangsa tersebut merupakan suatu kehormatan bagi pihak sekolah.
Belajar Kepemimpinan dan Kerja Sama Lewat Permainan
Pada sesi pembelajaran, mahasiswa memperkenalkan pentingnya kepemimpinan dan kerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Materi kepemimpinan diarahkan untuk menumbuhkan kemampuan mengambil peran, membangun rasa tanggung jawab, dan mengarahkan kelompok dalam menyelesaikan tantangan. Materi kerja sama tim mendorong siswa untuk berkomunikasi dengan baik, saling membantu, dan menghargai kontribusi setiap anggota kelompok. Keduanya dikaitkan dengan pengenalan STEM, yang mencakup sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.
Untuk memperdalam pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan dua permainan kelompok. Permainan pertama adalah membangun menara dari stik spageti. Siswa bekerja sama merancang dan menyusun menara sehingga berlatih menerapkan konsep rekayasa dasar sekaligus menyusun strategi bersama.
Permainan kedua adalah berjalan dengan mata tertutup melewati lintasan berpenghalang, dengan aturan tidak boleh menginjak rintangan. Permainan ini melatih komunikasi yang efektif, koordinasi, dan kepercayaan antaranggota kelompok.
Melalui kedua permainan tersebut, siswa berpartisipasi aktif, menyusun strategi bersama, dan menyelesaikan tantangan secara berkelompok, sehingga dapat mempraktikkan nilai kepemimpinan dan kerja sama dalam situasi nyata.
Pertukaran Budaya Lewat Tari
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pertukaran penampilan budaya antara mahasiswa UPGRIS dan siswa SK Seri Iskandar.
Dari pihak UPGRIS, pertunjukan dibuka dengan Tari Warak Dugder yang dibawakan oleh Primadona Sekar Langit, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Pertunjukan diakhiri dengan Tari Gugur Gunung yang ditampilkan oleh seluruh mahasiswa KKN UPGRIS dan ditembangkan oleh Bintang Bradhiena Surya, mahasiswa Program Studi Informatika.
Dari pihak sekolah, siswa SK Seri Iskandar turut menampilkan Tari Kembara Agung yang dibawakan sembilan penari, terdiri atas empat siswa laki-laki dan lima siswi perempuan. Pertukaran penampilan ini menjadi sarana saling mengenal kekayaan seni dan budaya kedua negara.
Ungkapan Terima Kasih dari UPGRIS
Dr. Azizul Ghofar Candra Wicaksono, Ph.D., selaku dosen pembimbing UPGRIS, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diterima rombongan. “Terima kasih sudah menerima kami, bisa berinteraksi, belajar bersama, dan bertukar pengalaman. Terima kasih atas jamuan yang diberikan, serta fasilitas dari UTP maupun SK Seri Iskandar,” ujarnya.
Harapan Kolaborasi Lintas Negara
Kolaborasi mahasiswa UPGRIS dan UTP melalui program IEL diharapkan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran pengalaman dan pengetahuan lintas institusi dan lintas negara melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan partisipatif.
Ke depan, nilai kepemimpinan, kerja sama, dan pengenalan STEM diharapkan menjadi bekal bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan sosial. Program ini juga diharapkan memperkuat hubungan kolaboratif antara mahasiswa, institusi pendidikan, dan lingkungan sekolah dalam mendukung proses pembelajaran yang inovatif.


Komentar