Pendidikan
Beranda » Blog » Ecoprint Warnai Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Universitas Ciputra

Ecoprint Warnai Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Universitas Ciputra

Picture4dfgfdfd
Dokumentasi pribadi : Dosen Fashion Design Universitas Ciputra, Dr. Olivia Gondoputranto, S.Sn, M.M

SURABAYA – Motif daun dan bunga menghiasi busana yang dikenakan mahasiswa dan dosen Universitas Ciputra Surabaya dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni. Melalui penggunaan busana ecoprint, sivitas akademika kampus tersebut mengajak masyarakat untuk melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk melalui dunia fashion.

Deretan pakaian dengan motif alami hasil teknik ecoprint tampak mewarnai suasana kampus. Teknik ini memanfaatkan bentuk dan pigmen alami dari daun maupun bunga yang dipindahkan ke permukaan kain sehingga menghasilkan motif yang unik dan tidak dapat dibuat sama persis satu dengan lainnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu perubahan iklim, limbah tekstil, dan konsumsi sumber daya alam yang berlebihan.

Dosen Fashion Design Universitas Ciputra, Dr. Olivia Gondoputranto, S.Sn, M.M, menjelaskan bahwa ecoprint merupakan salah satu pendekatan dalam sustainable fashion yang mengedepankan pemanfaatan material alami dan proses yang lebih ramah lingkungan dibandingkan metode pewarnaan tekstil konvensional.

“World Environment Day menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan bahwa keberlanjutan bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga bagian dari cara kita berpikir dan berkarya. Melalui ecoprint, mahasiswa belajar bahwa desain yang baik tidak hanya indah secara visual, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap alam,” tuturnya.

LPTK FITK UIN Sunan Kalijaga Perkuat Kontribusi Nasional Melalui Pengukuhan 3.031 Guru Profesional

Menurut asisten dosen, Shendy Arie, mahasiswa perlu memahami bahwa industri fashion saat ini tidak hanya dituntut menghasilkan produk yang menarik, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi dunia.

“Ecoprint mengajarkan bahwa alam dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus mitra dalam proses kreatif. Teknik ini memanfaatkan material alami dan menghasilkan motif yang unik pada setiap kain, sehingga mahasiswa memahami nilai keberlanjutan, keunikan produk, dan pentingnya apresiasi terhadap biodiversitas Indonesia,” jelasnya.

Selain menjadi media pembelajaran, penggunaan busana ecoprint juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kekayaan hayati Indonesia yang selama ini menjadi sumber inspirasi dalam berbagai karya kreatif. Setiap motif yang tercipta merepresentasikan karakter alam yang berbeda, sekaligus menunjukkan bahwa keindahan dapat hadir tanpa harus memberikan tekanan berlebih terhadap lingkungan.

sgsgsgsgs

Dokumentasi Pribadi : Mahasiwa/i School of Creative Industry Universitas Ciputra Surabaya

Mahasiswa Renata Felia Susantio yang turut mengenakan busana ecoprint mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda dalam memaknai hubungan antara fashion dan pelestarian alam.

“Saat mengenakan busana ecoprint, saya merasa lebih dekat dengan alam karena setiap motif berasal dari daun dan tumbuhan asli. Kegiatan ini membuat kami sadar bahwa fashion tidak harus selalu mengikuti tren cepat, tetapi juga bisa menjadi media untuk menyampaikan pesan kepedulian lingkungan,” ungkapnya.

Sampah Jadi Saldo: Edukasi Green Accounting Dorong Ibu-Ibu PKK Kelola Sampah Menjadi Tabungan Keluarga

Melalui kegiatan ini, Universitas Ciputra ingin menanamkan pemahaman bahwa keberlanjutan bukan sekadar konsep yang dipelajari di ruang kelas, melainkan nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari pemilihan material, proses produksi, hingga cara mengonsumsi produk fashion, setiap keputusan memiliki dampak terhadap lingkungan.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pun menjadi pengingat bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari langkah sederhana. Dari sehelai kain yang dihiasi jejak daun dan bunga, mahasiswa dan dosen Universitas Ciputra menunjukkan bahwa kreativitas, pendidikan, dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan