Jurnalis : Ardan Levano
Keripik tela, atau dalam bahasa daerah sering disebut dengan keripik pisang, adalah camilan tradisional yang memiliki rasa gurih dan renyah. Meskipun terlihat sederhana, keripik ini memiliki daya tarik yang luar biasa bagi para pecinta camilan khas Nusantara. Makanan ini dibuat dari bahan utama telur ayam yang diproses secara khusus hingga menjadi keripik yang lezat. Proses pembuatan keripik tela melibatkan penggorengan dengan minyak kelapa yang memberikan aroma khas dan tekstur renyah yang tidak dimiliki oleh camilan lainnya. Seiring waktu, keripik tela telah menjadi salah satu camilan favorit masyarakat Indonesia, baik untuk dikonsumsi sendiri maupun sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke daerah tertentu.
Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan akan keripik tela meningkat pesat, terutama karena tren masyarakat yang mulai lebih peduli pada camilan alami dan bebas bahan pengawet. Banyak produsen lokal yang mulai mengembangkan varian rasa baru, seperti keripik tela rasa keju, pedas, atau bahkan rasa rempah-rempah khas daerah. Hal ini menunjukkan bahwa keripik tela tidak hanya menjadi camilan tradisional, tetapi juga bisa diadaptasi sesuai dengan selera modern. Selain itu, banyak usaha kecil menengah yang memproduksi keripik tela dengan metode ramah lingkungan, menggunakan bahan-bahan organik dan kemasan ramah lingkungan, sehingga menjadikannya pilihan camilan yang sehat dan berkelanjutan.
Keripik tela juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Di beberapa daerah seperti Jawa Barat, Sumatra, dan Kalimantan, keripik tela sering digunakan sebagai camilan dalam acara adat atau upacara tertentu. Selain itu, keripik ini juga sering ditemukan dalam pasar tradisional dan toko-toko oleh-oleh, yang menunjukkan betapa populer dan mudah ditemukan camilan ini. Dengan berbagai manfaat dan keunikan yang dimilikinya, keripik tela layak dijadikan camilan wajib dicoba oleh siapa saja yang ingin merasakan rasa autentik dari tanah air.
Sejarah dan Asal Usul Keripik Tela
Sejarah keripik tela dapat ditelusuri kembali ke masa lalu, ketika masyarakat Indonesia mulai mencari cara untuk menyimpan makanan dengan lebih lama. Telur, yang merupakan bahan pangan yang mudah rusak, diolah menjadi keripik agar bisa bertahan lebih lama dan tetap enak dikonsumsi. Proses pengeringan dan penggorengan telur membuatnya menjadi camilan yang tahan lama dan mudah dibawa kemana-mana.
Menurut catatan sejarah, keripik tela pertama kali muncul di daerah-daerah yang memiliki kebiasaan mengolah telur secara khusus. Misalnya, di Jawa Barat, keripik tela sering disajikan sebagai camilan pendamping teh atau kopi. Sementara itu, di daerah Sumatra, keripik tela sering dijual di pasar-pasar tradisional dan menjadi camilan favorit anak-anak.
Selain itu, ada teori yang mengatakan bahwa keripik tela juga dipengaruhi oleh budaya kuliner dari negara-negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia, yang memiliki camilan serupa. Namun, meskipun ada kesamaan, keripik tela memiliki ciri khas tersendiri, terutama dalam hal rasa dan tekstur.
Proses Pembuatan Keripik Tela
Proses pembuatan keripik tela cukup sederhana, tetapi membutuhkan ketelitian dan pengalaman agar hasilnya maksimal. Pertama, telur ayam segar dipilih dengan kualitas terbaik. Telur kemudian dibuang putihnya dan hanya bagian kuningnya yang digunakan. Kuning telur dihancurkan hingga menjadi bubuk halus, lalu dicampur dengan bumbu-bumbu seperti garam, lada, dan rempah-rempah lainnya sesuai selera.
Setelah bumbu tercampur rata, campuran tersebut dituangkan ke dalam wajan panas dan digoreng hingga mengeras dan berwarna kecokelatan. Setelah matang, keripik tela kemudian didinginkan dan dikemas dalam kemasan kedap udara agar tetap renyah. Proses ini dilakukan secara manual di banyak tempat, terutama di daerah pedesaan yang masih mempertahankan cara tradisional.
Namun, di beberapa daerah perkotaan, proses produksi keripik tela sudah mulai menggunakan mesin otomatis untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi produk. Meskipun demikian, banyak produsen tetap menjaga kualitas bahan dan teknik penggorengan agar rasanya tetap autentik.
Manfaat Kesehatan dari Keripik Tela
Meskipun keripik tela terkenal dengan rasa gurih dan renyahnya, ternyata camilan ini juga memiliki manfaat kesehatan yang tidak bisa diabaikan. Telur, sebagai bahan utama, kaya akan protein, vitamin, dan mineral yang penting untuk tubuh. Protein dalam telur membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, sementara vitamin A dan D berperan dalam menjaga kesehatan mata dan tulang.
Namun, perlu diingat bahwa keripik tela biasanya digoreng dengan minyak kelapa, yang kaya akan asam lemak jenuh. Oleh karena itu, konsumsi keripik tela harus secukupnya agar tidak berdampak buruk pada kesehatan. Untuk menjaga keseimbangan, keripik tela bisa dikonsumsi sebagai camilan alternatif yang lebih sehat dibandingkan camilan berbahan tepung dan gula tinggi.
Selain itu, beberapa produsen kini mulai mengembangkan versi keripik tela rendah lemak dan bebas gula, sehingga cocok untuk orang-orang yang sedang menjalani diet khusus. Ini menunjukkan bahwa keripik tela tidak hanya sekadar camilan, tetapi juga bisa menjadi pilihan yang sehat jika diolah dengan benar.
Variasi Rasa dan Tekstur Keripik Tela
Salah satu hal yang membuat keripik tela semakin populer adalah variasi rasa dan tekstur yang ditawarkan. Selain rasa original yang gurih dan renyah, banyak produsen yang mengembangkan rasa baru seperti keju, pedas, cabai, dan rempah-rempah khas daerah. Contohnya, keripik tela rasa keju memiliki cita rasa yang kaya dan lembut, sementara keripik tela pedas memberikan sensasi rasa yang menggugah selera.
Tekstur keripik tela juga bisa berbeda-beda tergantung pada cara penggorengannya. Beberapa produsen membuat keripik tela yang sangat renyah, sementara yang lain membuatnya lebih padat dan kenyal. Pilihan ini memungkinkan konsumen untuk memilih sesuai dengan preferensi mereka.
Selain itu, ada juga keripik tela yang dijual dalam bentuk kemasan kecil, cocok untuk dibawa bepergian atau dikonsumsi saat bekerja. Varian ini sangat diminati oleh kalangan muda yang sering mencari camilan praktis dan enak.
Keripik Tela sebagai Camilan Tradisional yang Modern
Dalam era digital dan globalisasi, keripik tela juga mulai menyesuaikan diri dengan tren terbaru. Banyak produsen yang memasarkan keripik tela melalui media sosial dan platform e-commerce, sehingga lebih mudah diakses oleh konsumen di seluruh Indonesia. Selain itu, beberapa merek besar juga mulai memproduksi keripik tela dengan kemasan yang menarik dan desain modern, sehingga cocok untuk dijadikan hadiah atau oleh-oleh.
Tidak hanya itu, keripik tela juga mulai ditemukan di pasar internasional. Banyak pelaku usaha kecil yang menjual keripik tela ke luar negeri, terutama ke negara-negara yang memiliki komunitas Indonesia yang besar. Hal ini menunjukkan bahwa keripik tela bukan hanya camilan lokal, tetapi juga bisa menjadi bagian dari budaya kuliner global.
Tips Memilih dan Menyimpan Keripik Tela
Untuk mendapatkan keripik tela yang berkualitas, konsumen perlu memperhatikan beberapa hal. Pertama, pastikan keripik tela masih segar dan tidak basah. Keripik yang baik memiliki tekstur renyah dan tidak mudah hancur. Kedua, periksa tanggal kedaluwarsa dan kemasan. Pastikan kemasan masih utuh dan tidak terbuka.
Untuk menyimpan keripik tela, simpan dalam wadah kedap udara di tempat yang kering dan sejuk. Hindari menyimpannya di tempat yang lembap atau terkena sinar matahari langsung, karena bisa membuat keripik menjadi lembek dan hilang rasa.
Kesimpulan
Keripik tela adalah camilan tradisional yang memiliki rasa dan tekstur unik yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Dengan sejarah yang panjang dan manfaat kesehatan yang baik, keripik tela layak dijadikan camilan wajib dicoba oleh siapa saja yang ingin merasakan rasa autentik dari tanah air. Dengan berbagai variasi rasa dan tekstur yang tersedia, keripik tela tidak hanya cocok untuk dikonsumsi sendiri, tetapi juga bisa menjadi hadiah atau oleh-oleh yang istimewa. Dengan peningkatan permintaan dan adaptasi terhadap tren modern, keripik tela terus bertahan sebagai camilan yang populer dan diminati oleh banyak kalangan.


Komentar