Pendidikan
Beranda » Blog » Zackzackky Gaungkan Zestful Actions Create Kindness (ZACK) sebagai Spirit Advokasi Inklusivitas

Zackzackky Gaungkan Zestful Actions Create Kindness (ZACK) sebagai Spirit Advokasi Inklusivitas

IMG_9829

Jurnalis : Ardan Levano

Indonesia Vox, Jakarta – Maulana Muzacky, pria di balik akun Instagram Zackzackky, dikenal sebagai salah satu influencer yang secara konsisten menghadirkan konten inklusivitas sejak 2019. Melalui pendekatan naratif yang empatik dan penuh energi, Zack menempatkan isu kemanusiaan, keberagaman, serta kesetaraan kesempatan sebagai pesan utama dalam setiap bentuk karya seninya.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi bersama Aora Wistara, sebuah sekolah inklusif sekaligus wadah pelatihan keterampilan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan penyandang disabilitas. Aora Wistara melahirkan mahakarya “Batik Wistara”, brand batik asal Surabaya yang berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas melalui motif khas Suroboyoan. Nama “Wistara” sendiri merepresentasikan karya budaya yang diciptakan dengan ketelitian, kesabaran, dan cinta oleh tangan-tangan terampil, sekaligus menjadi simbol bahwa disabilitas bukanlah batas kreativitas. Saat masih menjalani pendidikan Taruna Politeknik Penerbangan Surabaya, Zack pernah merepresentasikan Api semangat sahabat Aora Wistara ke ajang pageant tingkat Provinsi Jawa Timur / Mister Jatim Ambassador 2019 mewakili Kota Surabaya.

Pada 2022, setelah menjadi Perwira Transportasi Udara, Zack kembali menunjukkan komitmennya terhadap Inklusivitas melalui Short Movie. Sebagai penulis naskah, ia berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Politeknik Penerbangan Surabaya dalam pembuatan film pendek Angkasa Memanggil.

Short Movie ini mengisahkan persahabatan seorang Taruna Poltekbang Surabaya dengan seorang gadis tunawicara yang menjadi sumber semangatnya hingga meraih gerbang kesuksesan. Lebih dari sekadar cerita inspiratif, Angkasa Memanggil juga menjadi bentuk penghormatan bagi keluarga yang harus menelan duka akibat pandemi COVID-19.

Memasuki akhir 2025, kiprah advokasi Zack berlanjut ke ranah akademik. Ia terlibat dalam kolaborasi penyusunan buku berjudul “Job Analysis: Strategi dan Implementasi Berorientasi Sistem Merit (Mempertimbangkan Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas)” yang resmi diterbitkan oleh Deepublish. Buku ini disusun bersama Program Studi Magister Manajemen UPN Veteran Yogyakarta dan ditulis oleh Dr. Dra. Purbudi Wahyuni, M.M., CIHCM., dosen senior UPN Veteran Yogyakarta yang dikenal luas sebagai pakar di bidang Human Resources (HR).

Perkuat Narasi Desa Bambu: Penanaman Bambu Sebagai Identitas Visual Dan Promosi Potensi Alam Oleh Mahasiswa Poliwangi

Terbitnya buku tersebut menjadi karya istimewa menjelang masa purna tugas Dr. Purbudi setelah puluhan tahun mengabdikan diri di dunia akademik. Dalam proses penyusunannya, beliau menggandeng para alumni dan mahasiswa Program Studi Magister Manajemen UPN Veteran Yogyakarta, yakni Danang Tri Wibowo, S.M., M.M.; Reggita Citrasari Kristianingrum, S.M.; serta Saskia Nabila Ar Ridwan, S.M.

Seluruh karya Zack berpijak pada semangat advokasi Zestful Actions Create Kindness (ZACK), nilai yang diyakininya sebagai fondasi perubahan sosial berkelanjutan. Bagi Zack, kebaikan lahir dari tindakan yang dilakukan dengan energi, kesadaran, dan ketulusan—aksi nyata yang meninggalkan jejak kebaikan dan membuka ruang perubahan.

Dalam konteks disabilitas, semangat ini diwujudkan melalui keberpihakan yang setara, bukan rasa iba. Penyandang disabilitas dipandang sebagai subjek yang memiliki hak, kapasitas, dan potensi untuk tumbuh bersama, melalui akses, kesempatan, dan ruang partisipasi yang adil tanpa stigma.

Zack memaknai inklusivitas sebagai wujud paling nyata dari kindness in action. Prinsip ZACK diterjemahkan ke dalam karya kolaboratif lintas medium—mulai dari penguatan keterampilan kreatif, narasi film yang memanusiakan, hingga kontribusi akademik yang mendorong sistem kerja berbasis merit dan ramah disabilitas.

Melalui karya-karya tersebut, Zack menegaskan bahwa kebaikan tidak cukup dirayakan, tetapi harus dihadirkan secara konsisten. Ketika empati berjalan seiring dengan aksi, inklusivitas tumbuh merangkul penyandang disabilitas sebagai bagian utuh dari kemajuan bersama, yang berangkat dari perubahan cara kita memandang satu sama lain.

SD Islam Al Azhar 38 Bantul Unggul Prestasi Kuota Penuh

Perubahan dimulai dari cara kita memandang satu sama lain. Kita semua berperan membentuk persepsi yang lebih manusiawi, agar kehidupan tidak hanya mengukur kecepatan dan kekuatan, tetapi juga memberi ruang bagi setiap orang untuk tumbuh dan berkontribusi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan