Jurnalis : Ardan Levano
Indonesia Vox, Lumajang — Komitmen PLN dalam hadir untuk negeri kembali diwujudkan melalui program pendidikan pada Desa Siaga Bencana di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. PT PLN (Persero) UP3 Jember memberikan bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak yang terdampak erupsi Gunung Semeru sebagai upaya mendukung keberlanjutan pendidikan di wilayah tersebut pada (5/12).
Bantuan yang disalurkan meliputi tas sekolah, alat tulis, meja belajar, papan tulis, seragam sekolah, sepatu, hingga toilet portable darurat yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan belajar di lokasi sementara.
Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung hangat dan penuh kepedulian, dihadiri oleh Manajer ULP Tempeh beserta jajaran, Kepala Sekolah SDN 2 Supiturang, perwakilan TNI, serta Kepala YBM PLN UP3 Jember.
Dukungan untuk Pemulihan Pendidikan
Manager PT PLN (Persero) UP3 Jember, Sendy Rudianto, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian PLN terhadap masa depan anak-anak di wilayah terdampak bencana.
“Kami ingin memastikan bahwa pendidikan anak-anak Supiturang tidak terhenti meskipun mereka menghadapi kondisi sulit akibat erupsi Semeru. Bantuan ini bukan sekadar perlengkapan, tetapi dukungan moral agar mereka tetap semangat belajar dan terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Sendy.
Sendy menambahkan bahwa program ini merupakan kolaborasi antara PLN dan YBM PLN untuk memperkuat ketangguhan masyarakat desa dalam menghadapi bencana, khususnya pada aspek pendidikan.
Apresiasi dari Sekolah dan Warga
Kepala Sekolah SDN 2 Supiturang, Ali Wahfi, turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PLN dan seluruh pihak yang terlibat.
“Bantuan ini sangat berarti bagi siswa-siswa kami. Banyak dari mereka kehilangan perlengkapan sekolah akibat bencana, sehingga kehadiran PLN memberi harapan baru. Anak-anak kembali bersemangat karena merasa diperhatikan dan didukung,” kata Ali Wahfi.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran fasilitas seperti toilet portable darurat sangat membantu aktivitas pembelajaran sementara di lokasi pengungsian.


Komentar