Jurnalis : Ardan Levano
Indonesia Vox, Tabanan – Pemerintah Kabupaten Tabanan secara konsisten menegaskan arah kebijakan pariwisatanya dengan berfokus pada pengembangan Eco-Tourism atau pariwisata berkelanjutan yang berbasis pada sektor unggulan daerah, yakni pertanian dan perkebunan.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui integrasi sektor pariwisata dan agrikultur (agrowisata).
Menjaga Warisan Alam dan Budaya
Kabupaten Tabanan, yang dikenal sebagai “Lumbung Pangan Bali,” memiliki potensi alam yang luar biasa. Fokus pada eco-tourism bertujuan untuk memastikan bahwa pembangunan pariwisata tidak menggerus lahan produktif, melainkan memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian.
“Fokus kami adalah pariwisata yang menghargai alam. Dengan basis pertanian dan perkebunan, kita tidak hanya menjual pemandangan, tetapi juga pengalaman edukatif dan budaya yang autentik bagi para wisatawan,” ujar perwakilan Bupati Kabupaten Tabanan
Keunggulan Pariwisata Berbasis Pertanian
Pengembangan pariwisata berbasis pertanian dan perkebunan di Tabanan mencakup beberapa poin utama:
- Pemberdayaan Petani: Melibatkan krama tani sebagai pelaku utama pariwisata melalui konsep Desa Wisata.
- Konservasi Lahan: Mendorong perlindungan alih fungsi lahan dengan menjadikan areal persawahan dan perkebunan sebagai daya tarik wisata bernilai tinggi.
- Edukasi Wisatawan: Memberikan pengalaman langsung bagi wisatawan dalam proses bercocok tanam hingga panen, yang menjadi tren wisata global saat ini.
Mewujudkan Tabanan Era Baru
Melalui komitmen ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan optimis dapat mewujudkan visi Aman, Unggul, dan Madani (AUM). Pariwisata berbasis lingkungan diharapkan menjadi mesin ekonomi baru yang ramah alam dan berkelanjutan, selaras dengan semangat menjaga warisan leluhur di era transformasi digital.
Sinergi antara pemerintah, pelaku wisata, dan masyarakat adat menjadi kunci utama agar sektor eco-tourism ini mampu bersaing di tingkat internasional tanpa menghilangkan jati diri Tabanan sebagai daerah agraris.


Komentar