Pendidikan
Beranda » Blog » Mahasiswa KKN Untag Surabaya 2026 di Desa Selotapak Mendorong Inovasi Umkm “Dhog.Sablon” Lewat Pelatihan Teknik Tie Dye di Dusun Jaten, Selotapak

Mahasiswa KKN Untag Surabaya 2026 di Desa Selotapak Mendorong Inovasi Umkm “Dhog.Sablon” Lewat Pelatihan Teknik Tie Dye di Dusun Jaten, Selotapak

IMG-20260110-WA0063

Jurnalis : Ardan Levano

Indonesia Vox, Mojokerto – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menghadirkan inovasi baru bagi pelaku UMKM yang bertempat di Dusun Jaten, Desa Selotapak, Keabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Mahasiswa KKN melaksanakan program pelatihan Teknik Tie Dye sebagai strategi pengembangan produk pada usaha sablon lokal “DHOG.SABLON” milik bapak Hadi.

Program yang berlangsung pada 07-18 Januari 2026 ini berada dibawah pendampingan dosen lapangan Mochammad Firmansyah, S.T., M.T. kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui inovasi produk kreatif sekaligus pemanfaatan teknologi digital dan pemasaran.

Tim KKN yang terlibat terdiri dari 5 mahasiswa/i Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya lintas Prodi yakni Lukman Hakim Anwar (Ilmu Komunikasi), Ananda Nur Fauziatur Rofiqoh (Ilmu Administrasi Negara), Bagas Bhakti Dharmawan (Teknik Industri), dan Yoses Rijkaard Simunapendi (Sastra Inggris). Tidak hanya itu, kami juga memberikan pelatihan serta pendampingan manajerial dan promosi usaha.

Mitra Kegiatan, Bapak Hadi, Selaku pemilik “DHOG.SABLON” mengaku terbantu dengan adanya pelatihan tie dye yang diperkenalkan oleh mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya 2026 di Desa Selotapak.

“Selama ini usaha sablon saya hanya fokus pada cetak biasa. Dengan Pelatihan Tie Dye ini, saya jadi punya inovasi produk baru yang bisa menambah nilai jual.” Ujar Bapak Hadi

Membangun Siswa Sehat Lewat Gerak Bersama dan Edukasi Preventif tentang Narkoba

Selain pelatihan pembuatan motif tie dye sebagai produk tambahan sablon, mahasiswa KKN juga membantu mitra dalam proses digitalisasi usaha. Pendampingan tersebut meliputi pembuatan akun media sosial serta pendaftaran lokasi usaha DHOG.SABLON di Google Maps guna memperluas jangkauan pasar dan mempermudah akses konsumen.

Perwakilan mahasiswa KKN, Lukman Hakim Anwar, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan UMKM yang harus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Kami melihat UMKM perlu inovasi produk sekaligus penguatan promosi digital. Karena itu, kami menggabungkan pelatihan tie dye dengan pendampingan media sosial agar dampaknya bisa dirasakan langsung oleh mitra,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pendamping Lapangan, Mochammad Firmansyah, S.T., M.T., menilai kegiatan ini sebagai bentuk implementasi nyata peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan KKN ini diharapkan tidak hanya berhenti saat program selesai, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi UMKM, khususnya dalam meningkatkan kreativitas produk dan kemandirian usaha,” ujar Mochammad Firmansyah.

Zackzackky Gaungkan Zestful Actions Create Kindness (ZACK) sebagai Spirit Advokasi Inklusivitas

Bapak Hadi pun berharap ilmu dan pendampingan yang diberikan dapat terus diterapkan untuk mengembangkan usahanya ke depan.

“Dengan adanya bantuan dari mahasiswa, saya jadi lebih paham pentingnya inovasi dan pemasaran online untuk UMKM,” ujar Bapak Hadi.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Untag Surabaya membuktikan bahwa inovasi sederhana seperti teknik tie dye yang dipadukan dengan digitalisasi usaha mampu menjadi solusi strategis dalam mendorong pertumbuhan UMKM desa agar lebih berdaya saing di era ekonomi kreatif.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan