Nasional
Beranda » Blog » Bingkisan Ramadhan untuk Dai Pelosok, Bukti Kepedulian Donatur BMH

Bingkisan Ramadhan untuk Dai Pelosok, Bukti Kepedulian Donatur BMH

IMG_20260219_101646-scaled

Jurnalis : Ardan Levano

Indonesia Vox, Berau, 25 Februari 2026 – Ramadhan menjadi momentum penguatan dakwah hingga ke pelosok negeri. Melalui program Bingkisan Ramadhan untuk Dai Pelosok, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menyalurkan amanah donatur kepada 216 dai, guru ngaji, dan santri tahfidz di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Penyaluran berlangsung pada 20–25 Februari 2026, menjangkau berbagai wilayah, mulai dari Tanjung Redeb, Pulau Maratua, Pulau Derawan, Biduk-Biduk, hingga Kampung Pegat Batumbuk, Talisayan, dan Kampung Bumi Jaya. Distribusi dilakukan dengan menempuh perjalanan darat dan laut demi memastikan amanah donatur benar-benar sampai kepada para penjaga Al-Qur’an di daerah terpencil.

Program ini tidak sekadar distribusi bantuan, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap para dai dan guru ngaji yang selama ini istiqamah membina umat di wilayah yang jauh dari pusat kota. Bingkisan berupa baju kurta dan jubah disalurkan sebagai simbol dukungan moral dan apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga dan mengajarkan Al-Qur’an.

Ustadz Faiz, pengurus Pondok Pesantren Daarul Huffadz Tanjung Batu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian tersebut.

“Alhamdulillah para santri sangat gembira mendapatkan jubah baru bingkisan dari BMH. Kami mengucapkan terima kasih kepada BMH dan para donatur. Semoga berkah untuk kita semua,” ujarnya.

Harumkan Nama Bangsa, Rama Yudhistira ‘Ramm Darkened’ Juarai Kompetisi Audio Internasional HOFA 2026 di Jerman

Kepala Unit Layanan BMH Berau, Sabliansyah, menegaskan bahwa program ini menjadi jembatan antara kepedulian donatur dan keberlangsungan dakwah di daerah terpencil.

“Kami berterima kasih kepada para donatur yang terlibat dalam program bingkisan ini. Semoga zakat dan infak yang ditunaikan Allah bersihkan hartanya dan menghadirkan ketenteraman bagi para muzakki,” ungkapnya.

Dai dan guru ngaji memiliki peran strategis dalam membentuk generasi berakhlak dan berilmu. Mereka hadir di masjid-masjid kecil, rumah-rumah Qur’an sederhana, hingga pulau-pulau terluar. Melalui dukungan zakat, infak, dan sedekah dari para donatur, keberlangsungan dakwah di pelosok dapat terus terjaga.

Ramadhan menjadi saat terbaik untuk memperluas dampak kebaikan. Setiap kontribusi bukan hanya membantu kebutuhan para dai dan santri, tetapi juga menguatkan cahaya Al-Qur’an agar terus menyala hingga ke tepian negeri.

Tunaikan Zakat, Infak dan Sedekah melalui www.bmh.or.id

HUT FGA ke-2 Erwin Karouw Tegaskan Komitmen Cetak Pemimpin Masa Depan yang Profesional

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan