Daerah
Beranda » Blog » Sekolah Lapang PKM IPB: Ubah Limbah Peternakan Jadi Pupuk, Tingkatkan Nilai Jual Peternak

Sekolah Lapang PKM IPB: Ubah Limbah Peternakan Jadi Pupuk, Tingkatkan Nilai Jual Peternak

WhatsApp Image 2026-08-11 at 18.37.46
kegiatan sekolah lapang bersama peternak di Desa Sudajaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Program Pemberdayaan Masyarakat (PKM) IPB University menggelar Sekolah Lapang bertema inovasi bioaktivator pengolahan kotoran domba di Desa Sudajaya Girang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini bertujuan membantu peternak setempat mengubah limbah ternak menjadi pupuk bernilai jual.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Program Studi Peternakan, Sekolah Vokasi IPB University, yang turun langsung ke lapangan didampingi Annisa Hakim S.Pt M.Si selaku dosen pembimbing. Bersama-sama, mereka mengunjungi sejumlah peternakan domba di sekitar desa untuk melihat langsung praktik pengelolaan limbah yang selama ini dilakukan peternak.

Dari kunjungan itu, tim menemukan bahwa sebagian besar peternak telah menggunakan bioaktivator Biores sebagai bahan pengolah limbah. Penerapannya dilakukan dengan dua cara, yakni disemprotkan langsung ke lantai kandang atau dituangkan ke tumpukan feses yang sudah menggunung.

Guna memperkuat pemahaman warga, mahasiswa turut memberikan pendampingan langsung mengenai tata cara pengumpulan feses serta teknik penggunaan bioaktivator Biores yang tepat agar hasil pupuk lebih maksimal.

Selain edukasi pengolahan limbah, tim juga menemukan praktik pencatatan sederhana yang sudah diterapkan salah satu peternak. Peternak tersebut memanfaatkan papan tulis untuk mencatat jumlah ternak serta masa kelahiran domba baru sebagai bentuk manajemen peternakan yang tertib.

Penerapan Produk Pupuk Biores melalui Demonstrasi Penanaman Hijauan Pakan Ternak

Salah satu peternak domba di Desa Sudajaya Girang, Pak Epul, mengaku mendapat banyak manfaat dari kegiatan ini. “Dalam kegiatan ini saya jadi tahu bagaimana caranya melakukan pengolahan limbah kotoran menjadi sangat bermanfaat bagi saya, terutama saya dapat menggunakan pupuk hasil bioaktivator Biores untuk tanaman,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan pemberdayaan semacam ini dapat terus berlanjut ke depannya, mengingat manfaatnya yang dirasakan langsung oleh peternak dalam mengelola limbah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari hasil peternakan mereka.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan