Jurnalis : Ardan Levano
Indonesia Vox, Koto Tinggi, Ahad 16 Januari 2026 – Di tengah perbukitan Nagari Koto Tinggi yang masih menyimpan luka akibat bencana tanah bergerak, tawa anak-anak dan ibu-ibu kembali menggema. Hari itu, perjalanan Psychosocial Recovery Team Ibu Profesional Payakumbuh Lima Puluh Kota, Fasilitator “A” Home Team yang didukung penuh oleh The Human Safety Net Indonesia (THSN) dimulai menuju Jorong Aia Angek, Kecamatan Gunuang Omeh, membawa lebih dari sekadar bantuan—mereka membawa harapan.
Perjalanan menuju lokasi ditempuh selama dua jam menggunakan dua mobil L300 bak terbuka, melewati jalan terban dan medan yang rusak. Rombongan relawan terdiri dari 14 ibu, 16 relawan remaja, dan 3 orang ayah, bergabung dengan semangat yang sama: memulihkan jiwa, menguatkan hati.
Setibanya di halaman Masjid Tazkir Jorong Aia Angek, yang berlokasi tak jauh dari Museum dan Monumen PDRI, relawan disambut sekitar 100 anak dan 100 ibu. Dukungan juga datang dari 6 mahasiswa KKN UNP Padang dan 6 mahasiswa KKN UNAND Padang yang bergabung hingga akhir kegiatan.
Kegiatan dilaksanakan di halaman milik Bu Nemliwarni, warga setempat yang turut memfasilitasi terselenggaranya acara.
Acara dibuka dengan suasana hangat melalui ice breaking yang dipandu fasilitator A Home Team, Betty Arianti, dilanjutkan tarian Beebo yang penuh keceriaan. Sambutan disampaikan oleh Sekretaris Regional Ibu Profesional Payakumbuh, Yulia Isnardty, serta Muhammad Rusdi, perwakilan Bamus Jorong Aia Angek.
Hadir pula Kepala Jorong Fachrurrozi dan Ibu Wali Nagari Rahmayenti yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ibu Profesional dan dukungan THSN. Warga menilai kegiatan ini berbeda dari bantuan sebelumnya karena menyentuh sisi emosional dan kebersamaan.
“Ini bukan sekadar bermain, tapi memulihkan rasa aman dan kebahagiaan,” ujar salah satu warga.
Kegiatan Psychosocial Recovery dirancang dengan konsep main bareng, ngobrol bareng, dan aktivitas bareng. Beragam permainan tradisional dan boardgame membuat suasana semakin akrab. Meski matahari kian terik, anak-anak dan ibu-ibu tetap bersemangat—berlompatan saat bermain tali, tertawa lepas saat voli sarung, dan larut dalam kebersamaan.
Menurut berbagai studi psikososial, aktivitas bermain terbukti mampu meningkatkan hormon kebahagiaan (endorfin) dan membantu anak serta orang dewasa pulih lebih cepat dari trauma karena menciptakan rasa aman, koneksi sosial, dan ekspresi emosi yang sehat. Inilah pendekatan yang dihadirkan Ibu Profesional di Jorong Aia Angek.
Sejenak, kesedihan akibat rumah yang rusak, lahan yang tak bisa diolah, kehidupan di pengungsian, hingga anak-anak yang kehilangan sekolah, terasa terobati. Kehadiran relawan menjadi ruang aman untuk kembali tertawa.
Momen paling ditunggu adalah pembagian donasi kepada 100 anak dan 100 ibu. Paket bantuan dikemas dalam tas cantik, disambut wajah bahagia dan rasa syukur yang tulus.
Di sela kegiatan, anak-anak menempelkan harapan polos mereka sebagian besar menuliskan keinginan sederhana: sekolah baru, bertemu teman dan guru, dan belajar kembali dengan bahagia. Harapan yang sederhana, namun menyentuh hati.
“Semoga bencana ini segera berhenti, yang rusak bisa pulih, dan masa depan anak cucu kami lebih baik,” ungkap seorang ibu dengan mata berkaca-kaca.
Kegiatan ini menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya tentang membangun kembali bangunan, tetapi juga menguatkan jiwa dan harapan.
Sumbar Bisa. Sumbar Bangkit. Sumbar Bisa Bangkit.
@ahometeam.id
@ippayakumbuhlk


Komentar